Header Ads Widget

Mengenal 2 Presiden Republik Indonesia Yang Terlupakan

Dari Kecil Gue Cuma Tau 7, Ternyata Ada Yang Tersirat...

image from nasional.okezone.com

Banyak sejarah bangsa Indonesia yang disembunyikan atau terlupakan, baik secara sengaja maupun secara alami. Karna itu banyak rakyat indonesia yang tak mengetahui sejarah nya yang seharus nya diketahui. Beberapa sejarah bangsa Indonesia telah dibelok-belok oleh rezim politik untuk kepentingan kekuasaan, bahkan baru-baru ini telah viral kabar bahwa presiden soekarno itu masih hidup.

Semakin lama, akan semakin banyak orang yang mengetahui sejarah yang telah dikubur. Nah, sekarang kita akan membahas salah satu dari sejarah tersembunyi tersebut, fakta nya indonesia mempunyai  2 presiden yang tak di kenal, siapakah mereka? yuk kita simak penjelasan nya.


image from statusfan.com

1. Sjafrudin Prawinegara

Coba kita tanyakan pada anak-anak hingga orang dewasa zaman sekarang, siapa sajakah nama-nama presiden Indonesia, lebih 70% dari mereka akan menjawab Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY, dan Jokowi. Maka akan ada dua nama yang terewat, yakni Sjafrudin Prawinegara dan Mr.Assaat.

Nama lengkap nya Sjafrudin Prawinegara, ia pernah ditugaskan sebagai presiden atau ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia). Ia bertugas untuk menjalankan roda pemerintahan bukittinggi pada tahun 1948, sebab saat itu Soekarno dan Hatta ditangkap Belada pada Agresi Militer II.

2. Mr.Assaat

Dibandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah memiliki 44 presiden, Indonesia bukanlah negara dengan jumlah Presiden terbanyak. Bangsa kita mempunyai presiden yang masih bisa di hitung dengan jari tangan. Beda dengan Sjafrudin Prawinegara, Mr.Assat merupakan tokoh yang ikut ditangkap Belanda dan di asingkan ke pulau Bangka bersama Soekarno dan Hatta. Ia sempat menjadi "Acting Presiden Republik Indonesia" atau bisa dibilang pemangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia. Ia bertugas selama hampir 1 tahun, mulai dari Desember 1949 - Agustus 1950.

Posting Komentar

0 Komentar