Header Ads Widget

Arab saudi gunakan teknologi sterilisasi sebelum masuk masjidil haram

Pada saat pandemi virus corona ini, banyak negara yang mengembangkan teknologi demi mencegah penyebaran virus corona. Mulai dari negara jepang yang membuat robot pendeteksi suhu, hingga teknologi bidang medis yang banyak di kembangkan oleh negara maju. Kali ini admin akan memperlihatkan teknologi terbaru buatan kerajaan Arab saudi, Arab saudi merupakan salah satu dari 15 negara dengan teknologi maju di dunia. 


Kerajaan arab saudi sebelum nya juga pernah membuat robot dengan teknologi AI untuk menghitung jumlah jamaah tawaf.Gerbang sterilisasi ini akan sangat berguna bagi masyarakat, cara kerja nya cukup simpel. Pertama-tama harus ada objek yang lewat (manusia), lalu gerbang ini akan mendeteksi suhu orang tersebut melalui kamera termal, kamera termal ini bisa mendeteksi suhu tubuh hingga jarak 6 meter. 


Foto: SPA, reuters
gambar gerbang sterilisasi masjidil haram Foto: SPA, reuters

Setelah lensa termal mendeteksi secara langsung, hasil nya akan terlihat di layar yang sudah di program khusus. layar tersebut bisa mendeteksi suhu tubuh beberapa orang sekaligus. Jemaah pengunjung masjidil haram dan masjid Nabawi tinggal melangkahkan kaki ke dalam gerbang tersebut, secara otomatis gerbang tersebut akan menstrilisasi jemaah dengan menyemprotkan spray sanitizer, dan cairan yang di semprotkan tidak membuat kulit kering dan merah. Yang membuat admin terkejut adalah dari hasil gambar yang di tunjukan SPA, cairan spray yang di semprotkan tersebut nyaris tak terlihat, hal inilah yang mungkin membuat cairan tersebut tidak menggangu kulit kita.

Gerbang sterilisasi ini sudah membantu banyak orang di arab saudi karna banyak nya penduduk yang terjangkit virus corona. Hingga kini jumlah orang yang di nyatakan postif corona di arab saudi sudah 258 ribu jiwa dan menewaskan 2601 jiwa.

Seminggu sebelum adanya gerbang ini, arab saudi sudah memasang beberapa kamera termal di pintu-pintu masjidil haram dan masjid nabawi. Dan kamera tersebut mampu mendeteksi 25 orang sekaligus. Hingga saat ini dua masjid tersebut belum di buka untuk umum, hanya sekitaran yang di perbolehkan masuk. Penduduk kota makkah juga di batasi untuk keluar rumah. dan hanya di izinkan untuk urusan penting.

Semoga pandemi corona ini segera di hapus dari bumi.


Posting Komentar

15 Komentar

  1. Indonesia kapan ya ada....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok beberapa hasil ciptaan warga Indonesia yang berguna saat masa pandemi, belum saya bahas...

      Hapus
  2. Saat pandemi seperti ini, teknologi sangat berperan penting dalam menanggulangi virus covid-19 ini, semoga kedepannya dapat ditemukan vaksin agar virus corona ini benar-benar musnah

    BalasHapus
  3. Memang dampak baik dari pandemi ini bisa mentrigger perkembangan teknologi yang lebih maju ya

    BalasHapus
  4. Wah canggih sekali. Insyaallah jadi tenang dan aman untuk berbadah kepada Allah ya. Andai di Indonesia juga ada alat semacam itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Ada kok kk, belum saya bahas

      Hapus
  5. Sepertinya Arab saudi terinspirasi dari Indonesia tuh.hhe

    Di Jogja, ada yang seperti ini. Setiap orang yang masuk akan disemprot oleh spry sanitazer secara otamatis oleh alat yang dirakit sendiri. Sama Mas mas yang pegang alat pengukur suku. Bedanya tidak ada monitor.

    Pengembangan teknologi seperti ini di Arab harus bisa dikembangkan di semua negara, agar bisa memonitoring orang yang terdeteksi positif

    BalasHapus
  6. Teknologi yang unik dan menarik, semoga dapat menekan angka covid 19 untuk yang melaksanakan haji di Arab Saudi #Amin :)

    BalasHapus
  7. Keren juga Arab saudi, kalo di Indonesia banyaknya ada di luar jakarta. lebih bagus lagi jika ada teknologi yang bisa deteksi orang yang terjangkit Positif Virus apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Corona aja belum kelar bang๐Ÿ˜…

      Hapus
  8. Wah, alhamdulillah. Semoga dengan adanya teknologi ini penyebaran virus ini dapat ditekan dan kita bisa beribadah seperti dulu di masjidil haram

    BalasHapus